Citra Hari Ini
[Gong & keramik 6 aksara temuan bawah air]

Lembaga atau entitas yang dalam hal ini diakronimkan dari nama resminya -Masyarakat Arkeologi Maritim Indonesia. Didedikasikan untuk mengartikulasikan awareness dan kolaborasi skala luas; eksplorasi sampai pemanfaatan warisan budaya budaya bawah air dan/maritim.
“Pemahaman” tentang warisan budaya bawah air dan/atau maritim dalam konteks discourse relation belum menemukan fase yang seimbang. Warisan budaya bawah air dan/atau maritim dipahami dan di “stigma” dengan credo kemutlakan yang kemudian membuat pemahaman tentang subyek-subyek itu menjadi mandheg. Eksplorasi dalam tingkatan -baca hulu hilir- apapun menjadi tabu. Setidaknya hal ini karena pemahaman tentang subyek maritim dan/atau bawah air masih menggunakan feodum mindset. Tafsir tentang subyek-subyek ini kemudian menjadi klise. Standar ganda muncul dengan idiom yang terstereotipe; harta karun dan cagar budaya!
Dua hal tersebut justru menjadi pendistorsi memahami subyek ini. Harta karun menjadi identik dengan aspek ekonomis. Cagar budaya menjadi identik dengan sesuatu yang non-ekonomis.
Harta karun sesungguhnya adalah aspek intrinsik dan transensden dari subyek tersebut; provenance; kurasi & diseminasi-. Warisan budaya dapat menjadi cagar budaya, cagar budaya adalah status hukum. Warisan budaya adalah sesuatu yang hidup dan terus bergerak dalam peradaban; cacah dan tlatah.
Hal paling elementer adalah apa yang menjadi kepentingan terkait warisan budaya? Apa yang menjadi common sense dan common ground?
Kepentingan itulah yang memunculkan nilai penting -intrinsik & transenden-. Gagasannya adalah kepentingan nasional ada di dalamnya! Salah satu atribut dalam perjalanan eksplorasi yang dimulai dari tingkat pemikiran -pelindungan-pengembangan-pemanfaatan; pelestarian.
Gong dan keramik dengan inkripsi 6 aksara China sebagai benda temuan bawah air merupakan hasil dari elaborasi dan refleksi dari hal ini semua. Diserahterimakan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Direktorat Jenderal Kebudayaan pada 10 Oktober 2022; sekarang merupakan Kementrian Kebudayaan.





